Tips Melatih Bayi Makan Sendiri dan Manfaatnya

Posted on

ekarang anak saya tak mau lagi disuapi makan menggunakan sendok. Ia justru lebih tertarik makan sendiri menggunakan tangannya

 “Sekarang anak saya tak mau lagi disuapi makan menggunakan sendok. Ia justru lebih tertarik makan sendiri menggunakan tangannya,” cerita seorang ibu mengenai hal baru yang disukai buah hatinya.

Bagaimana dengan bayi Anda, apakah juga mulai senang makan  sendiri memakai tangannya? Ya, seperti kita tahu, si kecil  senang mengeksplorasi berbagai hal dengan anggota tubuhnya. Salah satunya, ia tertarik makan sendiri menggunakan tangannya.

Kita sebagai orangtua tentunya sangat memerhatikan asupan makanan yang diberikan untuk si kecil. Akan tetapi, kita terkadang kurang atau luput memerhatikan bagaimana proses dan cara makan si buah hati ini. Padahal, ini penting untuk perkembangan dan kemampuan anak selanjutnya.

Mengapa Keterampilan Makan Sendiri itu Penting?

Mengasah keterampilan si kecil untuk makan sendiri memang sebaiknya dimulai sejak dini. Ada beberapa manfaat yang bisa didapat bila kita mengasah keterampilan si kecil makan sendiri, yaitu:

  1. Mengasah Kemampuan Motorik Halus

Makan dengan tangannya sendiri adalah cara bayi dalam mempraktekkan kemampuan koordinasi jari-jemari. Ia akan berupaya memegang makanan atau benda yang berukuran kecil.

Nah, anak sebaiknya dikenalkan dengan berbagai tekstur, misalnya makanan padat, semi padat, bahkan makanan yang mudah larut dalam air. Kegiatan makan sendiri ini justru menantang dan memotivasi anak untuk terus belajar mengasah kemampuan motorik halusnya.

2. Mengasah Keterampilan Koordinasi Mata dan Tangan

Si kecil juga bisa belajar menggunakan sendok, misalnya ketika hendak makan sereal. Bahkan, ia juga mampu belajar memegang dan menggunakan garpu. Proses menggunakan alat-alat makan ini merupakan latihan keterampilan koordinasi mata dan tangan. Atau istilah lain, keterampilan motor visual yang menjadi salah satu perkembangan anak.

3. Mengasah Kemampuan Sensori

Ibu sering mendapati makanan si kecil berceceran atau berantakan? Tak perlu marah ya, Bu. Itu menjadi proses belajar si kecil untuk mengembangkan kemampuan pemrosesan indra sentuh (taktil). Dalam hal ini, bayi bisa belajar merasakan tekstur yang lengket, licin, dingin dan hangat pada tangannya. Nah, pengalaman seperti ini membantu bayi untuk mengembangkan ambang batas sensori-nya, mana yang masih terasa aman dan nyaman atau sebaliknya.

Selain itu, bayi yang makan sendiri juga sekaligus mengembangkan kemampuan kinestetik. Kemampuan kinestetik ini akan sangat dibutuhkan ketika ia berhubungan dengan orang lain atau lingkungan. Nah, kemampuan kinestetik inilah yang memungkinkan anak dapat menyentuh hidungnya meski mata dalam kondisi terpejam. Selain itu, ada juga stimulasi otot pada saat si kecil melakukan gerakan lengan menyuapkan makanan ke dalam mulutnya.

4. Bayi Belajar Mandiri

Perlu kita tahu, kemandirian adalah aspek penting pada masa kanak-kanak.  Kita tak perlu bersikukuh atau bahkan memaksa untuk menyuapinya dengan sendok dengan alasan agar makanan itu lekas habis. Akan tetapi, justru biarkan anak makan sendiri menggunakan tangannya, meski awalnya proses makan jadi lama dan berceceran. Bahkan, boleh jadi anak melemparkan makanannya. Dengan begitu, justru anak berusaha mandiri karena ingin mencoba makan sendiri.

Anak juga belajar menakar atau menentukan seberapa banyak makanan yang bisa ia konsumsi. Kita pasti sepakat bahwa bila sudah merasa kenyang sebaiknya berhenti makan.

5.Stimulasi Rahang dan Leher

Tak sedikit anak yang sudah beranjak usia balita namun orangtua belum mengenalkan ia untuk minum menggunakan cangkir. Padahal, bayi usia kurang dari satu tahu sudah dapat memegang cangkirnya. Kebanyakan orangtua masih memberikan gelas dengan sedotan.

Nah, bayi yang minum langsung dari cangkirnya ternyata memberi banyak manfaat bila dibandingkan minum dengan sedotan.

Misalnya, membantu stabilitas rahang. Anak yang minum sendiri dengan cangkirnya membantu pengendalian leher sehingga kepala mampu tegak, mendorong penggunaan dua tangan (koordinasi bilateral), dan membantu bayi memperbaiki keterampilan kinestetik /proprioseptif untuk memiringkan cangkir dengan tepat sehingga air di dalamnya tidak tumpah.

Bagaimana Mengajarkan Bayi Makan Sendiri?

Yuk, ajarkan bayi makan finger food. Berikut cara yang bisa Anda dilakukan:

•Cobalah memotong kecil makanan yang akan dikonsumsi si kecil. Lalu, minta anak untuk mengambil makanan itu dengan jarinya dan menyuapkan sendiri ke mulutnya.

•Coba Anda pegang potongan makanan dan minta si kecil mengambil atau meraihnya dari tangan Anda. Ini sekaligus melatih kemampuan jari-jemari dan keterampilan motorik halus.

• Sajikan makanan dengan porsi hanya satu atau dua gigitan, lalu minta ia untuk berusaha sendiri mengambil makanan itu.

Nah, coba Anda perhatikan beberapa minggu atau bulan berikutnya. Bayi Anda akan berusaha menggenggam makanan dengan telapak tangan. Awalnya, bayi akan memegang dengan cara menggenggam Lalu, ia akan belajar mengambil makanan dengan jari telunjuk dan jempolnya.

Ajarkan Bayi Menggunakan Sendok

Mengajar bayi untuk menggunakan sendok bisa dimulai pada saat pemberiaan makanan pertamanya. Cara mengenalkan penggunaan sendok coba ambil makanan sedikit demi sedikit.

Ajarkan Bayi Menggunakan Garpu

Hmm…memberikan garpu, bahayakah? Anda akan benar-benar terkejut dengan keterampilan si kecil makan sendiri dengan menggunakan garpu.

Ya, beri kesempatan pada si kecil untuk belajar menggunakan garpu. Ia akan berusaha mengontrol dengan memegang dan mengarahkan makanan ke mulutnya dengan tepat. Anda bisa menawarkan garpu plastik yang aman  dan tidak tajam untuk bayi. Ajarkan bagaimana cara mengambil makanan dengan menggunakan garpu.

Ajarkan Bayi Minum dari Cangkir

Awali dengan cangkir yang memiliki dua pegangan. Selanjutya, berikan cangkir kecil tanpa pegangan. Anda bisa membantu bayi belajar minum. Awalnya mungkin akan tumpah. Itu wajar saja, Bu. Siapkan lap di atas meja makan untuk antisipasi basah. Bila tumpahan itu membasahi bajunya, segera ganti bajunya. Yang jelas, ini adalah proses pembelajaran agar bayi Anda dapat mencapai perkembangan yang optimal.

Referensi:

http://www.candokiddo.com/news/teaching-baby-to-feed-himself

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *