Derita Penyakit Kanker Darah, Ibu Ani Yudhoyono Wafat 

Posted on


Kabar duka datang dari istri mantan Presiden Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Ibu Ani Yudhoyono

Kabar duka datang dari istri mantan Presiden Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Ibu Ani Yudhoyono.Setelah empat bulan Ani Yudhoyono dirawat  di National University Hospital (NUH), Singapura sejak 2 Februari 2019 lalu, hari ini Sabtu, 1 Juni 2019 Ibu Ani meninggal dunia.

Awalnya, penyakit Ibu Ani Yudhoyono ini belum diketahui hingga pada 13 Februari 2019, SBY mengumumkan bahwa istri tercintanya menderita kanker darah.

Kanker merupakan salah satu penyakit berbahaya yang dapat menyebabkan kematian. Salah satu penyebab bisa terkena penyakit kanker adalah faktor genetik atau keturunan.Dilansir dari laman Hello Sehat, jika kita mempunyai keturunan kanker dalam keluarga, risiko untuk terkena kanker lebih besar.

Tapi, apakah kita sudah pasti akan menderita penyakit kanker? Mungkin belum tentu. Bagaimana dengan yang tidak mempunyai keturunan kanker sama sekali, apakah artinya mereka terbebas dari penyakit kanker?

Perlu diketahui bahwa faktor pemicu kanker mulai genetik hingga gaya hidup. Bagi yang mempunyai keturunan kanker atau ada anggota keluarga yang mengidap kanker, mungkin akan waswas apakah kita terkena penyakit ini.

Yang jelas, kasus kanker yang disebabkan karena faktor keturunan sangat kecil. Bahkan, hanya 5-10% kasus kanker payudara dan kanker usus besar yang disebabkan oleh perubahan gen tunggal alias keturunan.

Meski begitu, bila dalam keluarga terdapat anggota keluarga yang mengidap kanker, bukan berarti dalam keluarga tersebut terdapat gen tunggal yang dapat mewariskan kanker.

 
Untuk mengetahui apakah ada gen tunggal di dalam keluarga, kita perlu pemeriksaan lebih lanjut dengan biaya sangat mahal.

Cara mudah untuk mengetahui apakah dalam satu keluarga terdapat gen tunggal adalah dengan melihat siapa saja dan berapa anggota keluarga yang terkena kanker dan pada usia berapa mereka terkena kanker.

Siapa yang paling berisiko kanker akibat faktor keturunan? Kita  mempunyai risiko besar untuk mengalami kanker jika situasi dalam keluarga sebagai berikut:

-Terdapat lebih dari 2 anggota keluarga dari sisi keluarga yang sama (dari keluarga ayah atau keluarga ibu) yang menderita kanker

– Mereka menderita jenis kanker yang sama, atau jenis kanker berbeda yang disebabkan oleh perubahan gen yang sama

– Mereka menderita kanker pada usia yang masih muda, di bawah 50 tahun


Semakin banyak anggota keluarga yang menderita kanker dan semakin muda mereka didiagnosis terkena kanker, maka semakin besar faktor keturunan kanker yang ada pada keluarga kita.

Artinya, penyakit kanker yang terdapat di keluarga kemungkinan besar adalah kanker yang disebabkan oleh faktor keturunan gen tunggal yang sudah mengalami perubahan.

Meski demikian, para ahli kesehatan percaya, punya keluarga atau tidak yang menderita kanker, kita tidak benar-benar bebas dari risiko kanker apabila punya gaya hidup buruk seperti merokok, makan sembarangan, dan sering terpapar polusi.


Adalah lebih penting, baik yang mempunyai faktor genetik kanker maupun tidak, untuk selalu menerapkan pola hidup sehat sebagai upaya untuk mencegah kanker.



 foto: kompas

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *